.
.
Drop out dari sekolah bukan alasan untuk berhenti belajar. Tulisan ini di maksudkan untuk memberikan motivasi bagi teman-teman yang megalami nasib naas karena harus De-O dari sekolah atau mungkin Anda adalah yang merupakan salah satu dari mereka. Mudah-mudahan tulisan ini akan menyumbangkan inspirasi bagi Anda yang tersendat laju pendidikannya karena ter-De-O.
Drop out atau orang serig menyebutnya dengan istilah De-O adalah sesuatu yang tidak enak didengar oleh telinga. Karena hal itu mengalamatkan bahwa perjalanan pendidikan seseorang harus terputus. Banyak hal yang menjadi penyebab De-O ini; kenakalan, ketidak mampuan membayar biaya pendidikan dan lain-lain. Tapi intinya De-O adalah masalah yang harus disikapi dengan baik dan fokus. Supaya De-O ini jangan sampai mengakibatkan orang berhenti belajar dan mengembangkan potensinya.
Baca Juga:
Mencoba merangkai kata untuk memuntahkan isi hati
Jangan takut mengatakan cinta
Berfikir positif adalah kata kuncinya agar seseorang yang mengalami hal diatas tidak menjudge dirinya sebagai manusia yang gagal. Segala hal yang terjadi didunia ini selalu memiliki dua sisi paten, yaitu positif dan negatif. Manusia yang mau berfikir pasti akan memilih sisi yang positif. Karena sisi positiflah yang akan membawa manusia pada perkembangan dan kesuksesan hidupnya.
Apabila sudah terlanjur kena De-O Jangan sampai berkecil hati. Belajar tidak melulu harus dilakukan didalam kelas, tetapi seperti yang sering terdengar dikatakan oleh orang-orang Arab bahwa al-'alamu madrasatun/dunia ini adalah sekolah. jadi untuk belajar bisa dilakukan dimana saja selama seseorang memiliki kemauan untuk terus belajar.
Dari apa yang disampaikan diatas mungkin pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara supaya bisa belajar di luar kelas atau luar sekolah itu?
Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari kita intip dulu kelebihan belajar diluar kelas. Diantara kelebihannya adalah seseorang bisa lebih fokus belajar diluar sekolah pada sesuatu yang menjadi fokus minatnya. Semua orang sudah pada tahu pada Steve Job sang pemilik APEL dan telah menjadi salah seorang yang membuka gerbang peradaban modern dibidang teknologi. Setelah ditelisik biografinya, ternyata dia adalah salah seorang dari korban De-O. Tetapi, dengan pengalaman pahitnya dia memilih untuk bangkit hingga melampaui mereka yang tuntas dalam pendidikannya.
Disisi lain, ternyata dia lebih memiliki keleluasaan dalam mengembangkan minat dan bakatnya setelah di De-O. Hingga akhirnya mampu melahirkan karya yang sangat bermanfaat bagi semua manusia.
Oleh karena itu, yang paling pertama harus dilakukan adalah menemukan dulu apa minat dan kemauan yang ada didalam diri sendiri. Karena dengan begitu, seseorang akan sangat memahami apa yang akan dia lakukan.
Bisakah memiliki daya saing dengan mereka yang belajar didalam kelas secara formal dan terstuktur? Tidak ada hal yang tidak mungkin selama seseorang memiliki kemauan. Bila kemauan untuk belajar itu sudah tumbuh, maka ruang, waktu serta berbagai sistem tidak lagi menjadi batasan untuk melakukan dan menciptakan ruang belajar.
Sementara untuk standarisasi persamaan taraf pendidikan secara formal di negeri kita dikenal ada program paket a, b dan c untuk kesetaraan pendidikan menengah serta Anda bisa memanfaatkan itu sebagai legalisasi. Ada juga Universitas Terbuka yang sering disingkat dengan istilah UT untuk tingkat perguruan tinggi.
Inilah alasan singkat bahwa De-o bukan alasan untuk berhenti belajar dan membangun segala sesuatu yang ada didalam diri kita. Sekolah tidak selamanya menjamin kehidupan, jika seseorang tidak pernah memiliki keinginan dan kemauan. Tetapi sebalaiknya kendati harus berada diluar sekolah dengan kemauan keras, maka seseorang masih bisa belajar dan mewujudkan segala yang diimpikannya.

EmoticonEmoticon