Jumat, 26 Agustus 2016

Senyum Indahmu Semakin Merekah

Tags
. .

Kala itu, malam semakin larut diiringi suasana yang beranjak ke arah hening nan sunyi. Aku terbaring ditempat tidur sambil menatap ke arah langit-langit kamarku. Ku hela nafasku dalam-dalam sambil membantali kepalaku dengan kedua telapak tanganku.

Semakin lama gejolak didalam dadaku menggemakan irama keresahan dan kegelisahan yang membuatku semakin terperangkap dalam emosi yang semakin kaku.

Paras wajahmu tergambar dengan jelas di langit-langit kamarku, senyum indahmu semakin merekah dan terus menggoda rasaku yang terjebak di penjara asmara yang terkunci oleh pesona dirimu.
Wow Cantiknya wanita
Gemuruh didalam dada semakin tidak bisa terbendung dan terus meledak-ledak laksana ledakan van hallen yang meluluh lantakan eropa sana. 

Kemudian aku bangkit dari lentangku, lalu aku terduduk diatas tempat tidurku sambil memeluk erat kedua lututku. Namun gejolak rasa yang terus memburu membuat rasaku semakin terjebak dalam gundah dan gelisah yang semakin tak tertahankan.

Aku bangkit berdiri, lalu melangkah keluar rumah dan terus berjalan menembus malam melewati gang perkampunganku yang diselimuti cahaya lampu-lampu halaman rumah tetanggaku.
Cara lelaki mengatas galau
Kutengadahkan wajah dan kulihat langit yang semakin indah, menggoda mataku dengan taburan gemitang yang saling mengedipkan keindahannya. Kulihat bulan yang semakin terang seakan membasuh mukaku dengan keindahan cahayanya. Desir angin malam tidak hentinya menebak sekujur tubuhku dan membelaiku bersama bisik keheningan.

Namun, kendati malam terus menggodaku dengan berjuta keindahan, dadaku semakin bergejolak dalam kegundahan.

Kutatap langit, disana kulihat dirimu berjalan kearahku dengan keanggunan. Kutatap bulan, disana kulihat wajahmu yang semakin indah menawan. Kutatap gemintang, disana kulihat matamu yang semakin tajam menghujam asmaraku yang semakin dalam. Dinginnya angin yang menerpa sekujur tubuhku, terasa kau ada disini dan terus menggodaku dengan lembut belaianmu.

Tiada tempat bagiku dimalam itu, melainkan disana selalu kutemukan bayangan dirimu. Seandainya angin bisa bicara, maka aku akan memintanya untuk menyampaikan ketulusan rindu ini kepadamu wahai pujaan hatiku.


Artikel Terkait


EmoticonEmoticon